• SMP PESANTREN MODERN DARUL FALAH ENREKANG
  • Terwujudnya Generasi Islami Yang Bernuansa Tiga Dimensi ; IMAN, ILMU Dan AMAL, Dengan IMTAQ DAN IPTEKS Yang Seimbang, Berkearifan Lokal, Berwawasan Lingkungan dan Global

Momen yang Selalu Dinanti Santri

 

Apa yang paling ditunggu oleh santri ? Ya, perpulangan. Perpulangan atau liburan adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh santri belakangan ini. Meskipun kata orang menunggu sesuatu yang tak pasti itu melelahkan,  tapi itu tidak berlaku  jika yang ditunggu adalah perpulangan.  Perpulangan akan tetap indah meski kedatangannya belum pasti. Seorang guru bertanya kepada santri "hari apa yang paling kalian sukai dari hari senin sampai ahad?" Jawaban mereka adalah hari yang ada perpulangannya. 

Tiga bulan berada di pondok menjalani rutinitas yang padat sudah cukup membuat penat. Rasanya ingin rehat sejenak, dan pulang ke rumah melepas segala rindu kepada mereka yang tersayang. Ayah, Ibu, kakak, dan adik kecil yang menggemaskan di rumah. Apa kabar dunia luar? Apa kabar kampung halaman? Apa kabar dunia maya?? Apa kabar HP yang sudah lama nganggur di rumah?

Santri semakin bersemangat menyambut perpulangan saat muncul desas-desus akan ada perpulangan di akhir bulan September. Entah apa yang melatarbelakangi munculnya kabar tersebut.

"Adakah perpulangan? kapan perpulangan?,” Pertanyaan yang terus berulang dilontarkan oleh santri saat berpapasan dan bertegur sapa dengan guru. Mereka tidak ada bosannya mengajukan  pertanyaan-pertanyaan yang mengarah ke perpulangan.

"Berdoa saja semoga secepatnya ada perpulangan, " Guru menjawab seadanya , karena memang belum ada pembahasan di antara guru-guru.

" Aamiin," Mereka menjawab serempak dengan khusyuk dan penuh harap.

Sama seperti santri, orang tua pun tak henti-hentinya menanyakan hal yang sama.  Wajar  saja, selama ini tak bisa bertatap muka secara langsung hanya bersua melalui suara . Meski sudah banyak yang  dijenguk dan sudah pernah pulang dengan alasan sakit, acara keluarga, ataupun alasan lainnya tetap saja pulang ke rumah secara serenpak adalah hal yang lebih dinantikan.

"Sudah tiga bulan di pondok, masa' ndak ada perpulangan? Sebelum pandemi, kita ada

perpulangan tiga bulan sekali, kan sudah tidak pandemi kenapa aturan tersebut tidak diperlakukan lagi?," Rupanya Haikal, salah satu santri kelas XI masih ingat jelas aturan perpulangan sebelum pandemi.

" Pondok lain sudah liburan, kita kapan?,” Santriwan kelas VIII yang akrab dipanggil Aan berpatokan pada pondok lain.

" Sudah rindu sekali dengan rumah dan keluarga. Selama mondok belum pernah pulang dan jarang dijenguk, dan yang paling saya rindukan adalah bermain bersama teman-teman di kampung," ucap santri yang biasa dipanggil Fauzan Tungka dengan mata berkaca-kaca.

Sudah begitu yakin akan adanya perpulangan, Santriwati kelas X sudah ada yang packing. Terutama  pakaian kotor yang rencananya akan dicuci saat tiba di rumah nanti. Perpulangan menjadi sangat penting bagi kelas X karena begitu banyak agenda yang tersusun rapi di benak mereka. Salah satunya mencari bahan projek di kampung halaman. Sejak diterapkannya kurikulum merdeka tahun ini, kelas X disibukkan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Keterbatasan alat dan bahan  membuat projek yang dikerjakan belum berjalan maksimal.

Beda santri beda cerita, Andika Adiatman kelas IX justru tak terlalu bersemangat pulang. Santri yang bercita-cita jadi dokter tidak seantusias teman-temannya saat mendengar kabar perpulangan. Ia sudah sangat  betah tinggal di pondok. Oleh teman-temannya Ia dijuluki “Si Mustahil Pulang” karna Dia tidak akan pulang kampung untuk hal-hal yang tidak begitu penting. Baginya pondok adalah tempat yang menyenangkan.

Senada dengan Andika, Irwansyah, Santri Tahfiz khusus juga tidak seantusias yang lain. “Tergantung liburnya, kalau lama saya mau pulang, kalau hanya sebentar, lebih baik tinggal di pondok saja.” Bagi beberapa santri, khususnya santri Tahfiz, libur yang singkat biasanya tidak digunakan untuk liburan. Mereka memilih untuk tetap tinggal memperlancar hafalan. Keadaan pondok yang sepi dan jauh dari kebisingan sangat mendukung untuk menghafal atau sekedar me time di pondok.

Sebenarnya santri bisa pulang kapan saja. selagi urgent, seperti sakit atau acara keluarga inti, pihak pondok pasti mengizinkan. Tentunya melalui  prosedur perizinan yang berlaku, karena kembali lagi, kegiatan di pondok yang padat akan tetap berjalan. Jika santri izin terlalu lama pasti banyak kegiatan yang terlewatkan dan  akan tertinggal pelajaran. Selain itu, anak yang terlalu sering pulang akan syulit terlepas dari bayang-bayang kehidupan di luar pondok. Akibatnya, anak akan sulit beradaptasi dan menjalani kehidupan di lingkungan pondok khususnya bagi santri baru. Hal inilah yg perlu dipahami oleh para orang tua dan wali santri agar lebih mempertimbangkan kemauan sang anak saat meminta izin pulang tanpa alasan yang jelas.

Apakah ada perpulangan? Belum ada tau yang pasti. Hingga di penghujung september belum ada kepastian kapan perpulangan. Terlebih saat ini santri SMP tengah melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS). Semoga saja harapan sebagian besar para santri segera terwujud.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Beda Hafalan Beda Kasta

Menjelang penilaian akhir tahun (PAT), wali kelas sedang sibuk-sibuknya mengurus kartu ujian dibantu para santri. Seperti biasa, berkumpul bersama anak-anak membuat suasana cair karena

23/09/2022 13:26 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 219 kali