• SMP PESANTREN MODERN DARUL FALAH ENREKANG
  • Terwujudnya Generasi Islami Yang Bernuansa Tiga Dimensi ; IMAN, ILMU Dan AMAL, Dengan IMTAQ DAN IPTEKS Yang Seimbang, Berkearifan Lokal, Berwawasan Lingkungan dan Global

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan 1 Jurnal Dwi Mingguan 1.1

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan 1

Jurnal Dwi Mingguan 1.1

 

TUGAS 

CGP ANGKATAN 10 TAHUN 2024

 

ARWIN, SS

SMP PM DARUL FALAH ENREKANG

KAB. ENREKANG

SULSEL

 

 

Pada tugas jurnal yang digunakan adalah model 2

Model 2: Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL) Model ini dikembangkan oleh Ash dan Clayton (2009). Untuk membuat refleksi model ini, tulislah penjabaran dari pertanyaan panduan berikut:

 - Description: Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana);

- Examination: Analisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya;

- Articulation of Learning: Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang.

 

           Saya adalah calon guru penggerak Angkatan 10 yang ikut pada Pendidikan CGP Bersama dengan angkatan 9, 10 dan 11.  Pendidikan Guru Penggerak adalah salah satu program prioritas unggulan yang sementara berjalan dari kemendikbud pesertanya tersiri dari guru yang dinyatakan lulus pada 2 tahapan seleksi yang tersebar diseluruh indonesia. Program ini sudah meluluskan calon guru penggerak sebanyak 8 angkatan sekarang sudah berjalan angkat 9, 10 dan 11. Dan masih ada CGP Angkatan 11 yang belum mendapatkan kesempatan untuk dipilih menjadi peserta pada PGP Angkatan 11 ini. Seluruh guru yang ada di Kota/Kabupaten mendapatkan kesempatan yang sama kepada semua guru untuk mendaftar CGP ini. Saya mendaftar sebanyak 3 kali untuk bisa lulus di PGP ini, dan alhamdulillah pada kesempatan yang ke 3 angkatan 10 saya lulus. Saya menyakini bahwa pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pengajran dan Pendidikan bisa memberikan dampak yang baik Pendidikan kita pada saat ini dan waktu yang akan datang, olehnya itu Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Seperti halnya dengan pertanyaan yang muncul apa peran dari Guru penggerak nantinya setelah lulus dari Pendidikan, yang pertama adalah Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya yang kedua Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah, ketiga Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, keempat Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang terakhir Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

          Pada hari Rabu, 12 Juni 2024 telah dilaksanakan pembukaan Pendidikan Guru Penggerak melalui virtual yang dibuka langsung oleh kemendikbud  dan bekerjasama dengan BBGP sulsel. Pada kesempatan itu saya menyimak dan mengikuti sampai akhir kegiatan mengingat kegiatan ini sangat penting terhdap kegiatan selanjutnya pada Pendidikan Guru Penggerak ini. Setelah dibuka secara resmi semua Peserta diarahkan uintuk masuk keruang vritual masing-masing provinsi maka kami diarahkan untuk masuk kedalam ruang vrtual yang diselenggarakan oleh BBGP Sulsel dan berjalan lancer sampai akhir kegiatan. Tahapan kegiatan telah di mulai pada Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11, pada kesempatan ini kami sebagai peserta di arakah untuk membuka LMS pada Platform Merdeka Mengajar atau biasa dikalangan guru di kenal dengan PMM, saya sebagai peserta pada saat itu tidak bisa mengakses sementara peserta yang lain sudah memulai mengupload Fakta Integritas yang harus di upload sebenlumnya, akun yang saya meiliki untuk digunkan mengaksaes PMM tidak bisa sama seklai jadi haruis menghubingi admin agar bisa di laporkan. Akhirnya saya hanya bisa menyusul mengupload Fakta integritas dan juga menyusul dalam mengerjakan tes awal pembelajaran.

          Setelah sudah berjalan dua pekan Pendidikan Guru Penggerak banyak hal baru yang saya dapatkan selama mengikuti Pendidikan ini teman baru seperti Ibu Fasilitator, Pengajar Praktik dan juga Peserta Pendidikan Guru Penggerak, seperti halnya kegiatan yang lain tentunya harus dimulai dari awal pembelajaran, atau awal kegiatan inti dari Pendidikan ini, modul 1.1 dimana yang menjadi pembahasan pada modul ini adalah dasar dasar pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan, Bapak KHD  membagi 11 Dasar-dasar Pendidikan, materi yang disajikan oleh fasilitator, pengajar praktik dan juga instruktur melalui ruang Virtual dan juga secara ofline oleh pengajar praktik sangat menarik untuk di ikuti karena mendapatkan ilmu baru.

          Kita semua sudah sama-sam mengtahui tentang semboyan dari Bapak Ki Hadjar Dewantara yang menyatakan bahwa  Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pada pemikiran KHD tentang pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah buat hidup anak-anak, baik lahir maupun batin.  Dan Pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

         Sebagai seorang pendidik bahwa hidup tumbuhnya anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik. KHD mengandaikan Murid dengan hidup tumbuh-tumbuhan seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan seorang pendidik) yang menanam padi misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman padi, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi dan lain sebagainya. Meskipun pertumbuhan tanaman pada dapat diperbaiki, tetapi ia tidak dapat mengganti kodratnya padi. Misalnya ia tak akan dapat menjadikan padi yang ditanamnya itu tumbuh sebagai jagung. Selain itu, ia juga tidak dapat memelihara tanaman padi tersebut seperti hanya cara memelihara tanaman kedelai atau tanaman lainnya. Memang benar, ia dapat memperbaiki keadaan padi yang ditanam, bahkan ia dapat juga menghasilkan tanaman padi itu lebih besar daripada tanaman yang tidak dipelihara, tetapi mengganti kodrat padi itu tetap mustahil. Demikianlah pendidikan itu, walaupun hanya dapat ‘menuntun’, akan tetapi faedahnya bagi hidup tumbuhnya anak-anak sangatlah besar.

         Meskipun pendidikan itu hanya ‘tuntunan’ saja di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, tetapi perlu juga Pendidikan itu berhubungan dengan kodrat keadaan dan keadaannya setiap anak. Andai kata anak tidak baik dasarnya, tentu anak tersebut perlu mendapatkan tuntunan agar semakin baik budi pekertinya. Anak yang dasar jiwanya tidak baik dan juga tidak mendapat tuntunan pendidikan, tentu akan mudah menjadi orang jahat. Anak yang sudah baik dasarnya juga masih memerlukan tuntunan. Tidak saja dengan tuntunan itu ia akan mendapatkan kecerdasan yang lebih tinggi dan luas, akan tetapi dengan adanya tuntunan itu ia dapat terlepas dari segala macam pengaruh jahat. Tidak sedikit anak-anak yang baik dasarnya, tetapi karena pengaruh-pengaruh keadaan yang buruk, kemudian menjadi orang jahat. Artinya, si pendidikk berkuasa sepenuhnya untuk membentuk watak atau budi seperti yang diinginkan. Teori ini dinamakan teori rasa (lapisan lilin yang masih dapat dicoret-coret oleh si pendidik).

         Oleh karena itu sebagai seorang pendidik kita harus mampu sebagai pemimpin pembelajaran agar dengan kompetensi ini dapa memahimi kodrat yang dimiliki oleh murid, sehingga dapat menuntun tumbuh kembangnya murid dimana proses pembalajaran bukan lagi guru sebagai pusat pembelajaran atau teacher center learning akan tetapi mewujudkan students center learning. Dengan pemikiran KHD ini saya menyakini bahwa setelah kita mempelajari pemikiran KHD tentang Pendidikan bahwa murid akan mampu bangga denga napa yang mereka capai dengan segala kemampuan dan keterbtaasan yang mereka miliki, murid akan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

          Model pembelajaran yang selama ini kita guru harus ada perubahan karena pada pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang menggabungkan tiga kompetensi, yakni kemampuan belajar (learning skills), kemampuan literasi (literacy skills), keterampilan hidup (life skills), keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi ini yang meski kita perhatikan dengan baik pada proses pembelajaran didalam kelas dan juga mereka sebagai masyarakat, makanya murid harus belajar sesuai dengan konteks dan kebutuhan pada saat itu, tidak lagi menggunakan bahwa dalam proses belajar semua materi harus di selesaikan akan tetapi sebagai pendidik memilih materi yang paling esensial untuk di ajarkan kepada murid kita. Namun sebagai pendidik harus juga mampu menjadi teladan dalam pembelajaran sebagaiman yang ada pada pemikiran KHD bahwa Karakter atau budi pekerti harus seimbang dalam tumbuh kembangnya murid tersebut. Olehnya itu disekolah harus di buatkan prograsm yang mampu meningkatkan kemampuan bidang pengetahuan dan ketrampilan dan juga mengutakan karakter dari murid untuk menjadi budaya positif dalam lingkungannya

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Antusiasme Santri Mengikuti Seminar Literasi

Enrekang- Literasi membaca dan menulis di masa kini seperti sudah tak memilik daya tarik. Ia telah mati terkremasi oleh modernisasi.  Intensitas penggunaan teknologi digital yang

07/09/2023 15:10 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 246 kali
Melangkah ke Babak Baru: 73 Siswa SMP Darul Falah Enrekang Resmi Lulus! TP 2022-2023

  Enrekang, 8 Juni 2023 - Selamat kepada seluruh peserta didik kelas IX SMP Darul Falah Enrekang! Setelah menunggu dengan penuh harap dan kerja keras selama ini, akhirnya saat yan

07/06/2023 23:47 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 326 kali
SANTRI SMP DARUL FALAH ENREKANG MUHAMMAD SYAFIQ, MEWAKILI KABUPATEN ENREKANG DALAM AJANG PARALYMPIC DISABILITAS BERHASIL MERAIH DUA MENDALI PERAK TINGKAT PROVINSI SULAWESI SELATAN

  Tampil yang kedua kalinya di ajang Pekan Paralympic tingkat Sulawesi Selatan tahun 2022,Santri kelas 7 Muhammad Syafiq menjalani debutnya dengan manis. Atlet Cabang Olahraga (Ca

14/12/2022 11:44 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 278 kali
ANBK Sukses Dilaksanakan di SMP Darul Falah Enrekang

Enrekang-Sejumlah santri yang berstatus sebagai Peserta Didik di SMP Darul Falah Enrekang telah mengikuti Kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) , Kegiatan ini sebagai pengg

27/09/2022 15:17 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 207 kali
JADWAL PELAKSANAAN UJIAN BERBASIS KOMPUTER TAHUN PELAJARAN 2021/2022

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah berbasis komputer akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 9 Mei 2022 sampai 14 Mei

09/05/2022 09:18 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 213 kali
Refleksi Akhir Tahun 2021: Raih Peningkatan dalam Penilaian Kinerja

Memasuki penghujung tahun 2021, Direktorat Sekolah Menengah Pertama telah berhasil melaksanakan sejumlah program pada Bidang Tata Kelola, Bidang Peserta Didik, Bidang Penilaian dan Ku

10/01/2022 16:49 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 162 kali
5 Rekomendasi Buku Bacaan Untuk Mengisi Liburan

  Sobat SMP, ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu liburan akhir semester ini. Selain dapat mencoba berkebun, Sobat SMP juga dapat mengisi waktu senggang

10/01/2022 16:47 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 208 kali
Pemulihan Trauma Bagi Korban Perundungan

Sobat SMP, perilaku perundangan memiliki dampak yang sangat buruk bagi perkembangan psikologis anak. Dampak buruk tersebut bukan tidak mungkin akan berdampak hingga sang anak dewasa. Bi

10/01/2022 16:45 - Oleh smps darul falah enrekang - Dilihat 250 kali